ISTILAH MOTHERBOARD

Motherboard atau mainboard merupakan papan utama di mana terdapat komponen-komponen serta chip controller yang bertugas mengatur lalu lintas data dalam sistem motherboard. Pada motherboard juga terdapat socket untuk processor, slot-slot yang digunakan untuk pemasangan komponen kartu seperti VGA Card, Sound Card, Internal Modem, dan lain-lain. Permasalahan motherboard yang umum terjadi akan dibahas setiap kasusnya.

1.BunyiBeep terus menerus
Mengapa komputer mengeluarkan bunyi beep panjang berulang-ulang saat pertama kali booting?
“Bunyi pada matherboard sebenarnya memiliki arti tersendiri. Suara ini dikeluarkan oleh BIOS, dan bertujuan menyatakan keadaan yang saat itu terjadi. Bunyi beep panjang dan berlangsung secara terus-menerus menandakan adanya masalah pada memory atau RAM. Hal ini terjadi karena memory tidak dapat diakses untuk penemptana alamat dari lokasi yang dipilih ke jalur alamat.” Ada banyak kemungkinan yang menyebabkan memory tidak dapat diakses, yaitu :

  1. Pemasangan memory (RAM) yang kurang benar.
  2. Memory yang digunakan tidak compatible dengan motherboardnya. Untuk hal ini, silahkan baca buku manual motherboard yang digunakan. Setiap motherboard memiliki pasangan memory sendiri-sendiri.
  3. Memory (RAM) rusak atau mengalami kerusakan. Coba ganti memory (RAM) tersebut dengan yang lain, namun tetap memperhatikan kompatibilitas motherboard dengan memory (RAM) yang digunakan.

PROCESSOR
Processor sering disebut juga sebagai otak dan pusat pengendali komputer. Processor terletak pada socket yang telah disediakan oleh motherboard, dan dapat dinganti dengan processor yang lain asalkan sesuai dengan socket yang ada. Permasalahan yang sering muncul pada Processor adalah sebagai berikut:

1. Muncul bunyi beep 7 (tujuh) kali saat komputer dinyalakan.
Apabila saat booting terdengar bunyi beep sebanyak 7 (tujuh) kali dari BIOS, ini menandakan kkomputer Anda berada dalam masalah yang sangat besar. Ada dua kemungkinan untuk kasus seperti ini yang terjadi pada hardware. Pertama, terjadi masalah pada processor anda. Misalnya processor Anda tidakberjalan secara normal disebabkan oleh kaki-kaki processor yang patah. Kemungkinan kedua adalah Motherboard Anda yang bermasalah. Untuk mengeceknya, pasang processor atau motherboard Anda pada PC lain. Apabila motherboardAnda tidak dapat berfungsi pada PC lain, berarti kerusakan terletak pada motherboard Anda. Dari permasalahan tersebut, satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah mengganti processor atau motherboard yang telah teridentifikasi tidak normal.


2. Processor cepat panas

Processor yang cepat panas dimungkinkan besar disebabkan oleh kurang maksimalnya kinerja HSF (Heat Sink Fan) yang menempel pada Processor. Misalnya, proses pendinginan yang dilakukan oleh HSF tersebut tidak mampu mengimbangi panas yang dikeluarkan oleh Processor. Dengan demikian, panas yang dikeluarkan oleh Processor tidak terbendung lagi. Untuk mengatasinya, coba periksa apakah kipas atau fan bekerja dengan baik. Apabila ternyata fan anda tidak berputar secara normal, berarti yang perlu anda lakukan adalah mengganti fan lama dengan yang baru. Namun jika putaran kipas masih bagus, anda dapat mengoleskan thermal paste secukupnya pada punggung Processor. Hal ini bertujuan untuk membantu kontak antara Processor dengan heatsink. Dengan demikian, suhu pada Processor akan lebih terjaga.

3. Processor baru tidak terdeteksi dengan baik

Setelah pemasangan Processor, BIOS menampilkan angka kecepatan Processor yang tidak semestinya biasanya terjadi karena pemasangan hardware yang kurang baik atau kurang lengkap dan dapat mempengaruhi kecepatan Processor yang terdeteksi dalam BIOS. Untuk mengatasinya, lakukan instalasi ulang komponen-komponen yang ada dalam CPU. Pastikan semua komponen terpasang dengan baik. Kemudian, coba lakukan pengaturan Jumper pada Motherboard. Masalah Jumper ini dapat dilihat pada buku manual Processor masing-masing.

4. Bunyi Beep muncul lima (5) kali

Bunyi beep pendek sebanyak lima (5) kali, menandakan bahwa adanya masalah pada memory (RAM) yang terpasang. Pastikan memory (RAM) tersebut berada pada posisi yang benar, kemudian booting ulang komputer anda. Apabila masih belum terjadi perubahan, ganti memory (RAM) lama anda ke Motherboard yang lain atau mencoba memory (RAM) lama anda ke Motherboard lain. Jika memory lainpun tetap tidak menunjukkan hasil yang positif pada komputer anda, sementara memory anda bisa berjalan pada Motherboard lain, maka kesimpulannya Motherboard anda mengalami kerusakan. Untuk kasus semacam ini, lebih baik Motherboard tersebut anda bawa ke service center untuk mendapatkan penanganan langsung. Namun jika memory lain bisa berjalan pada Motherboard anda, dan memory lama anda tetap tidak mau jalan di komputer lain, maka dapat dipastikan memory anda-lah yang harus diganti.

5. RAM baru anda menyebabkan komputer menjadi Crash

Mengapa setelah dilakukan penambahan RAM baru, komputer sering crash. Periksalah kembali pemasangan RAM baru dan lama. Pastikan keduanya berada dalam posisi yang benar, dan slot RAM berjalan dengan baik. Perhatikan pula jenis modul memory masing-masing. Apabila produsen kedua memroy tersebut berbeda, ada kemungkinan inilah yang menyebabkan kasus crashnya komputer anda. Maksudnya, RAM lama anda tidak kompatibel dengan yang baru. Coba lepaskan RAM baru anda, dan nyalakan kembali komputer anda. Jika dapat berjalan dengan lancar, dapat dipastikan RAM baru anda tidak kompatibel dengan Motherboard anda. Ganti atau tukarkan saja RAM baru tersebut dengan RAM yang memiliki jenis modul dari produsen yang sama dengan RAM lama anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s